Sidrap, 18 Juli 2026 – Sikap sombong dan egois masih menjadi salah satu persoalan yang kerap memicu konflik di lingkungan masyarakat.
Mulai dari hubungan pertemanan, keluarga, hingga dunia kerja, perilaku yang mementingkan diri sendiri dinilai dapat merusak kepercayaan dan keharmonisan.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang yang merasa paling benar dan enggan menghargai pendapat orang lain sering kali dijauhi oleh lingkungan sekitarnya.
Tidak sedikit pula yang akhirnya kehilangan kesempatan untuk berkembang karena menutup diri terhadap kritik dan masukan.
Pengamat sosial menilai bahwa kesombongan bukanlah tanda kekuatan, melainkan cerminan ketidakmampuan seseorang dalam menghargai orang lain.
Sementara itu, sikap egois dapat menghambat kerja sama dan menciptakan suasana yang tidak sehat dalam sebuah komunitas.
Rendah hati bukan berarti merendahkan diri, tetapi mampu menghargai orang lain serta menyadari bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan,” ujar seorang pemerhati sosial.
Masyarakat diharapkan terus menanamkan nilai saling menghormati, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan mengurangi sikap sombong dan egois, hubungan sosial diyakini akan menjadi lebih harmonis serta mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dan penuh rasa saling percaya.
Pesan yang dapat dipetik adalah bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari harta, jabatan, atau popularitas, tetapi juga dari cara memperlakukan orang lain.
Kerendahan hati dan kepedulian merupakan nilai yang akan selalu dihargai dalam kehidupan bermasyarakat,Ujar Eka Ambarwati S.pd, S.H.

